Minum
vitamin bisa dilakukan saat sedang sakit atau untuk menjaga agar tubuh
tetap sehat. Suplemen umumnya berisi berbagai vitamin yang dibutuhkan
tubuh. Jangan salah mengartikan pentingnya mengonsumsi suplemen atau
vitamin, jika berlebihan dampaknya akan terkena batu ginjal.
Walaupun
mengandung vitamin, bukan berarti lebih banyak mengonsumsi suplemen
berarti semakin baik. Ada aturan pakai yang sebaiknya dipatuhi agar
kesehatan bisa terjaga. Bahaya mengonsumsi suplemen yang berlebihan
justru bisa membuat kualitas kesehatan menurun.
Seperti
yang diungkapkan oleh Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes, “Mengonsumsi
terlalu banyak suplemen akan menambah berat kerja ginjal, karena seluruh
bahan-bahan yang kita konsumsi akan disaring di ginjal. Jika kerja
ginjal terlalu berat pasti berisiko membuat ginjal lebih cepat rusak.”
Begitu
banyak risiko yang disebabkan jika kita mengonsumsi suplemen secara
berlebihan. Seperti jika kita mengonsumsi suplemen vitamin yang
berlebihan akan menyebabkan terbentuknya batu di ginjal atau rasa perih
di lambung yang dapat menyebabkan diare.
Atau
mengonsumsi terlalu banyak vitamin A untuk membantu menjaga kesehatan
mata, justru akan mengganggu kesehatan hati dan dicurigai dapat
menyebabkan kerapuhan tulang.
Seperti
yang kita ketahui, mengonsumsi zat besi dalam jumlah cukup dapat
bermanfaat untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dalam darah. Namun
mengonsumsi suplemen dengan kandungan zat besi pun perlu diperhatikan
secara khusus bagi seseorang yang mengalami hepatitis akut atau
hemokromatosis. Bahaya mengonsumsi suplemen yang berlebihan lebih tinggi
pada pasien dengan gangguan kesehatan tersebut.
Kapan Butuh Minum Suplemen ?
Suplemen
makanan tidak ubahnya dengan produk-produk makanan olahan dalam kemasan
yang juga banyak beredar. Dalam pembuatannya, sistem pengolahan dengan
penekanan serta suhu tinggi dikerjakan supaya produk dapat dikemas
dengan praktis. Sistem sejenis ini sudah pasti dapat menghilangkan
beragam nutrisi dan gizi yang ada dalam bahan baku alaminya.
Nutrisi
merupakan salah satu faktor penting bagi tubuh yang sehat. Namun
terkadang mencukupi kebutuhan nutrisi dari makanan saja tidak cukup,
sehingga sebagian orang pun memilih mengonsumsi suplemen.
Hanya
saja, penelitian menunjukkan, suplemen tidak selamanya baik untuk
dikonsumsi. Bahkan banyak orang yang mengonsumsi suplemen sebagai bentuk
dari tindakan berlebihan yang sebenarnya tidak mereka perlukan.
"Agar
tidak salah mengonsumsi suplemen, kita perlu mengetahui tanda-tanda
tubuh memerlukannya. Dan ada pula saat-saat tertentu tubuh paling
membutuhkan suplemen," ungkapnya.
Dijelaskan
lebih lanjut, tubuh membutuhkan suplemen apalabila sedang mengalami
kelelahan karena bekerja atau beraktivitas terlalu keras dan kurang
istirahat. Pada masa-masa ini, umumnya sistem imun seseorang sedang
menurun kekuatannya sehingga mudah sakit, sementara suplemen akan
membantu tubuh untuk lebih berenergi dan memperkuat sistem imun
tersebut.
Suplemen
yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi orang yang sedang
lelah biasanya berupa multivitamin dan mineral yang dapat membantu
mengembalikan fungsi sel-sel tubuh sehingga meringankan kelelahan.
Yang
patut diingat adalah suplemen hanya sebagai makanan tambahan yang tidak
dapat ditukar atau diganti sebagai makanan sehari-hari. Begitupun jika
dibandingkan dengan makanan alami, layaknya buah-buah atau sayuran yang
kandungan nutrisinya lebih lengkap serta kompleks sudah pasti lebih
dapat mencukupi keperluan tubuh dibanding suplemen.
Para
ahli medis ataupun pakar gizi kerap merekomendasikan agar kita selalu
mewaspadai bahaya suplemen makanan dan lebih bijak saat mengonsumsi
nutrisi suplemen. Kita yang berumur di bawah 40 atau 50 tahun dianjurkan
untuk mengonsumsi makanan alami daripada suplemen makanan. Berbeda pada
orang-orang berusia lanjut, suplemen lebih dianjurkan.
Tag :
Sehat

0 Komentar untuk "Bijak Gunakan Suplemen"